Siti Rabiah Adawiyah lahir di Basra pada tahun 105 H dan meninggal pada tahun
185 H. Siti Rabiah Al Adawiyah adalah salah seorang perempuan Sufi
yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah.
Soerang wanita yang alur kehidupannya tidak seperti wanita pada umumnya, ia
terisolasi dalam dunia mistisme jauh dari hal-hal duniawi. Tidak ada
sesuatu yang lebih dicintainya di dunia yang melebihi cintanya kepada
Allah. Kehidupannya seolah hanya untuk mendapatkan ridho Allah, tidak ada suatu
tujuan apapun selain itu. Rabiah pernah mengungkapkan bentuk penyerahan dirinya kepada Allah, ketulusan ibadahnya kepada Allah dalam syair berikut ini :
“Jika aku menyembah-Mu karena takut api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”
Suatu ketika,
Abdul Wahid bin Zayid, seorang sufi yang hidup sezaman dengan Rabiah,
mengajukan pinagan kepadanya. Tapi, pinangan itu ditolak. Rabiah mengatakan,
"Wahai saudaraku, carilah perempuan lain. Apakah engkau melihat adanya
satu tanda-tanda sensualitas pada diriku ?"
Abdul Wahab menjawab,
"Sungguh, aku sangat tertarik padamu karena keindahan matamu."
Mendengar jawaban itu, Rabiah lantas masuk ke kamarnya dan tak lama kemudian keluar dengan membawa bungkusan dari sapu tangan dan mukanya ditutup dengan kain yang berlumuran darah segar seraya berkata kepada Abdul Wahid Zayd, "Inilah mataku yang engkau sukai, yang menjadikan engkau terlena dan berdosa. Aku berikan mataku kepadamu agar engkau terhenti dari maksiat sebab mataku ini. "
Begitulah Rabiah, ternyata dia masuk kamarnya untuk mencukil matanya sendiri yang indah itu karena merasa bahwa matanya telah menjadi sebab orang lain tertarik kepadanya dan itu dia anggap sebagai penyebab kemaksiatan. Dan menurutnya, agar orang lain tak melakukan maksiat lagi, dia mencukil matanya dan diberikan kepada orang yang menyukainya, agar matanya tak menyebabkan dosa bagi dirinya dan orang lain.
Dan tawaran
pinangan terakhir untuk Rabiah datang dari gurunya sendiri, Hasan al-Bashri.
Rabiah setuju, tapi dengan menagjukan empat syarat. Apabila Hasan al-Bashri dapat
menjawab pertanyaan Rabiah dengan benar, maka kan diterima pinangan itu.
Rabiah berkata, " Apakah kesaksian yang akan di berikan orang-orang saat menjelang pemakamanku ketika aku mati nanti ? Akankah mereka bersaksi aku mati dalam keadaan Islam atau murtad ?"
Hasan menjawab ,Wallahu a'lam...(Allah Yang Maha Mengetahui)
Rabiah bertanya lagi, "Ketika dalam kubur nanti Malaikat Munkar-Nakir menanyaiku "Siapa Tuhanmu ?", dapatkah aku menjawabnya ?
Hasan menjawab lagi ,Wallahu a'lam...(Allah Yang Maha Mengetahui)
Rabi'ah bertanya lagi, "Ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar pada Yaumul Hisab nanti, semua orang aka menerima buku catatan amal dari tangan dan kiri, (Orang mukmin menerima buku catatan amal dari tangan kanan,sedangkan orang kafir menerima buku catatan amal dari tangan kiri ) bagaimana denganku ? Akankah buku catatan amalku kuterima dengan tangan kananku ?
Hasan pun menjawab," Hanya Allah Yang Maha Mengetahui."
Rabi'ah bertanya lagi, "Di Hari Perhitungan nanti, Sebagian orang akan di masukkan ke Syurga dan sebagian ke Neraka, bagaiman denganku ?
Hasan pun lagi-lagi menjawab dengan jawaban yang tak jauh beda.
Karena Hasan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Rabi'ah, maka Hasan pun harus menerima kalau pinangannya di tolak karena Rabi'ah lebih memilih Allah sebagai kekasih sejatinya.
Nah, sahabat hijabers itulah sedikit kisah inspiratif dari seorang sufi wanita yang sangat menjaga prinsipnya. Wanita yang menjaga hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Rabbi'ah menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk menjadi kekasih sejati Allah. Cintanya hanya diberikan kepada Allah. Dan itulah Rabbi'ah,..
Sahabat hijabers,.!!! Semoga dapat menjadi inspirasi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan menjaga apa yang telah Allah kodratkan kepada kita sebagai wanita muslimah yang mencintaiNya.
0 komentar:
Posting Komentar